Dasar-dasar Perintah Linux



Perintah Dasar Linux
Dalam akan dijelaskan tentang dasar-dasar mengelola file dan pengelolaan user/pengguna dalam lingkup system operasi Linux. Jalankan konsol atau terminal dan ketikan perintah-perintah berikut:
1.        Melakukan penambahan pengguna user
Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh system atau pengguna tertinggi pada system operasi linux yaitu root, perintah yang digunakan untuk menambahkan user/pengguna lain adalah:
root@server:~# adduser
contoh: root@server:~# adduser pajar
2.        Melakukan perubahan password
Untuk mengubah password atau kata kunci yang dimiliki oleh seorang user yang telah terdaftar di system, pengguna dapat menggunakan perintah.
root@server:~# passwd
contoh: root@server:~# passwd pajar
pada contoh yang diatas pengguna akan merubah password user yang bernama pajar.
3.        Melihat jam dan tanggal
Perintah yang digunakan untuk melihat jam dan tanggal adalah date.
root@server:~# date
4.        Melihat kalender
Perintah yang digunakan untuk melihat kalender adalah cal, untul menampilkan kelender bulan dan tahun yang diinginkan bisa menggunakan:
root@server:~# cal
contoh: root@server:~# cal 12 2012
5.        Menampilkan login name
Jika pengguna lupa dengan user name yang sedang digunakan, ketikan perintah whoami atau bisa juga dengan menggunakan who am i
root@server:~# whoami
6.        Shutdown dan reboot
Linux menyediakan beberapa alternative untuk melakukan shutdown  ( mematikan ) dan reboot ( merestart ) computer secara aman. Proses shutdown ini biasanya hanya dapat dilakukan oleh root, proses shutdown ataupun reboot biasanya dilakukan untuk menghindari kerusakan pada data, ataupun pada perangkat keras, berikut ini adalah perintah shutdown pada Linux:
a.      halt
b.      shotdown –h now
c.       init 0
sama halnya dengan proses shutdown, reboot memerlukan login root. Namun user atau pengguna dapat me-reboot system operasi Linux secara paksa dengan menekan tombol kombinasi Ctrl+Alt+Del, untuk mereboot computer gunakan perintah berikut:
a.      reboot
b.      init 6
c.       shutdown –r now
7.        kembali ke prompt login
untuk keluar dari prompt shell, menuju ke login prompt pengguna dapat menggunakan perintah: exit atau logout.
8.             Menampilkan daftar file
Untuk melihat isi file dari sebuah directory, pengguna dapat menggunakan perintah ls (list). Pada perintah ls ini memiliki beberapa option, option-option ini berguna untuk mengetahui informasi lebih detail mengenai file ataupun directory yang dituju, beberapa diantaranya adalah:
a.      ls –l
b.      ls –lh
c.       ls –la
9.        Membuat directory
System operasii Linux sudah menyediakan aplikasi mkdir ( make directoy ), mkdir ini berguna untuk membuat directory atau dalam bahasa Windowsnya adalah folder. Contoh: pengguna ingin membuat directory dengan nama coba, maka perintahnya adalah:
root@server:~# mkdir coba
10.    Menciptakan file
Untuk menciptakan file, pengguna dapat melakukannya dengan berbagai cara, contoh: untuk menciptakan file baru yang isinya kosong pengguna dapat menggunakan perintah touch . Selain menggunakan touch pengguna dapat menggunakan konsol editor pada system operasi Linux seperti Vi, Pico dan Nano.
Contoh: root@server:~# touch file
            root@server:~# nano file 
11.    Penghapusan file dan directory
Untuk penghapusan file dan directory pengguna dapat menggunakan perintah rm (remove ), format perintah yang diberikan adalah:
root@server:~# rm [opsi]
contoh: root@server:~# rm –rf file
beberapa opsi yang digunakan untuk membantu pengguna dalam menjalankan perintah rm adalah sebagai berikut:
a.    d - - directory menghapus directory yang ada  isinya, hal ini hanya berlaku untuk pengguna tertinggi yaitu root.
b.    f - - force menghapus file tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
c.    R - - R, - - recurvise menghapus semua isi directory berserta sub-sub directory yang ada didalamnya.
12.    Penyalinan (copy) file
Untuk melakukan penyalinan file, pengguna dapat menggunakan perintah cp (copy), perintah cp ini juga dapat berfungsi untuk memindahkan file yang ingin pengguna salin, format perintah yang diberikan
root@server:~#cp
contoh: root@server:~# cp file /home/pajar
13.    Penggantian nama file
Penggantian nama file atau directory dapat menggunakan aplikasi mv, perintah mv ini juga dapat digunakan untuk memindahkan file dari directory ke directory yang lain, format perintah yang diberikan adalah:
mv
mv
contoh:
root@server:~# mv file file2
root@server:~# mv file /home/pajar  
   
14.    Archieve dan kompresi file
Linux menyediakan beberapa utilitas untuk membuat archive file dan kompresi file, file archive dapat diibaratkan seperti sebuah kotal atau kemasan, utilitas ini mirip dengan aplikasi Winrar yang ada pada Windows, file archive dapat digunakan untuk menampung satu atau beberapa buah file lain di dalamnya. Utilitas yang lazim digunakan untuk keperluan archive yaitu tar.
Contoh penggunaan tar:
root@server:~# cd /home/danker
root@server:/home/danker# tar –cvf danker.tar .
maksud dari perintah di atas adalah, danker.tar adalah nama file archive,  dan dot (.) pada akhir perintah menyatakan seluruh file dan directory.
15.    Melakukan scrolling layar di Linux
Sekarang hapir semua distribusi Linux saat ini menyertakan fasilitas untuk scrolling layar yang telah berlalu ke atas. Untuk melakukan scrolling balik, pengguna dapat menekan tombol kombinasi Shift+ PageDown atau sebaliknya, tekan tombol Shift + PageUp.
16.    Pencarian file
Pengguna dapat menggunakan perintah find untuk keperluan mencari file, format perintahnya adalah:
root@server:~#find
Contoh: jika pengguna ingin mencari file bernama passwd, maka sintaksnya seperti dibawa ini:
root@server:~# find /etc –name pass* -print
17.    Melihat kapasitas Hard Disk
Untuk melihat kapasitas spasi yang terpakai dan spasi yang masih kosong, pengguna dapat menggunakan perintah df.
Contoh:
root@server:~# df
18.    Melihat dan mematikan proses
Setiap proses yang dijalankan pada Linux akan diberi suatu nomor identifikasi yang disebut dengan PID ( proportional integral derivative controller ), PID merupakan kontroler untuk menentukan presisi suatu system instrumensi dengan karakteristik adanya umpan balik pada system tersebut. Pengguna dapat memonitoring atau melihat proses yang sedang berjalan. Untuk meluhat PID suatu proses  gunakan perintah ps.
Contoh: root@server:~# ps
Proses yang sedang berjalan dapat dimatikan menggunakan perintah kill dan diikuti dengan nomor PID prosesnya
Contoh: root@server:~# kill 1841
19.    Menghapus directory
Directory yang sudah dibuat dapat pengguna hapus menggunakan perintah rmdir, namun pastikan terlebih dahulu directory yang akan dihapus kosong dan selain itu pengguna harus keluar terlebih dahulu dari directory yang akan dihapus, contoh jika pengguna ingin menghapus directory absen, maka sintaksnya adalah:
root@server:~# rmdir absen
20.    Melihat user yang login
Untuk melihat user yang sedang login, pengguna dapat menggunakan perintah who.
Contoh: root@server:~# who

Source :Dasar-dasar Perintah Linux. Linux Indonesia. Semua tentang Dasar-dasar Perintah Linux

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di bawah sini . Bentuk Promosi akan di SPAM Terima Kasih