Semua Tentang Lampung ^^

Hallo Blogger ^^
Gua mau ngasih tau nih, Postingan ini postingan terakhir di tahun 2011
Yah, langsung aja lah gk usah pake basa basi lagii

Selamat datang di Propinsi Lampung




Jika agan sekalian ingin mengenal lebih dalam tentang Lampung, mungkin tulisan di postingan  ini bisa memberikan gambaran singkat tentang Lampung, karena postingan ini di buat untuk memberikan informasi mengenai Kekayaan alam, Khas, Budaya, dan Sejarah Tentang Lampung.


Sejarah Suku Bangsa/Etnis Lampung
Asal usul bangsa Lampung adalah dari Sekala Brak yaitu sebuah Kerajaan yang letaknya di dataran Belalau, sebelah selatan Danau Ranau yang secara administratif kini berada di Kabupaten Lampung Barat. Dari dataran Sekala Brak inilah bangsa Lampung menyebar ke setiap penjuru dengan mengikuti aliran Way atau sungai-sungai yaitu Way Komring, Way Kanan, Way Semangka, Way Seputih, Way Sekampung dan Way Tulang Bawang beserta anak sungainya, sehingga meliputi dataran Lampung dan Palembang serta Pantai Banten.

Sekala Brak memiliki makna yang dalam dan sangat penting bagi bangsa Lampung. Ia melambangkan peradaban, kebudayaan dan eksistensi Lampung itu sendiri. Bukti tentang kemasyuran kerajaan Sekala Brak didapat dari cerita turun temurun yang disebut warahan, warisan kebudayaan, adat istiadat, keahlian serta benda dan situs seperti tambo dan dalung seperti yang terdapat di Kenali, Batu Brak dan Sukau. Kata LAMPUNG sendiri berawal dari kata Anjak Lambung yang berarti berasal dari ketinggian ini karena para puyang Bangsa Lampung pertama kali bermukim menempati dataran tinggi Sekala Brak di lereng Gunung Pesagi.

Dilereng Gunung Pesagi didapati situs seperti batu batu bekas Negeri atau Pekon kuno, tapak bekas kaki, pelataran peradilan dan tempat eksekusi, serta Prasasti yang terpahat pada batuan. Dari sebuah batu yang bertarikh 966 Caka yang terdapat di Bunuk Tenuar Liwa, ternyata telah ada suku bangsa yang beragama Hindu telah menjadi penghuni didataran Lampung. Didalam rimba rimba ditemukan parit parit dan jalan jalan bekas Zaman Hindu bahkan pada perkebunan tebu terdapat batu batu persegi dan diantaranya didapat batuan berukir yang merupakan puing candi.

Tafsiran para ahli purbakala seperti Groenevelt, L.C.Westernenk dan Hellfich didalam menghubungkan bukti bukti memiliki pendapat yang berbeda beda namun secara garis besar didapat benang merah kesamaan dan acuan yang tidak diragukan didalam menganalisa bahwa Sekala Brak merupakan cikal bakal bangsa Lampung.

Dalam catatan Kitab Tiongkok kuno yang disalin oleh Groenevelt kedalam bahasa Inggris bahwa antara tahun 454 dan 464 Masehi disebutkan kisah sebuah Kerajaan Kendali yang terletak diantara pulau Jawa dan Kamboja. menurut catatan kitab, masyarakat Kendali ini mempunyai adat istiadat yang sama dengan bangsa Siam dan Kamboja. Baginda dari Kendali-Sapanalanlinda mengirimkan seorang utusan yang bernama Taruda ke negeri Tiongkok dengan membawa hadiah emas dan perak, utusan yang demikian dikirim berturut turut hingga abad ke enam.

Menurut L.C. Westenenk nama Kendali ini dapat kita hubungkan dengan Kenali ibukota kecamatan Belalau sekarang. Nama Sapalananlinda itu menurut kupasan dari beberapa ahli sejarah, dikarenakan berhubung lidah bangsa Tiongkok tidak fasih melafaskan kata Sribaginda, ini berarti Sapanalanlinda bukanlah suatu nama.

Berdasarkan Warahan dan Sejarah yang disusun didalam Tambo, dataran Sekala Brak tersebut pada awalnya dihuni oleh suku bangsa Tumi yang menganut faham animisme. Suku bangsa ini mengagungkan sebuah pohon yang bernama Belasa Kepampang atau nangka bercabang karena pohonnya memiliki dua cabang besar, yang satunya nangka dan satunya lagi adalah sebukau yaitu sejenis kayu yang bergetah.

Keistimewaan Belasa Kepampang ini bila terkena cabang kayu sebukau akan dapat menimbulkan penyakit koreng atau penyakit kulit lainnya, namun jika terkena getah cabang nangka penyakit tersebut dapat disembuhkan. Karena keanehan inilah maka Belasa Kepampang ini diagungkan oleh suku bangsa Tumi.

Diriwayatkan didalam Tambo empat orang Putera Raja Pagaruyung tiba di Sekala Brak untuk menyebarkan agama Islam. Fase ini merupakan bagian terpenting dari eksistensi masyarakat Lampung. Keempat Putera Raja ini masing masing adalah:

1.Umpu Bejalan Di Way
2.Umpu Belunguh.
3.Umpu Nyerupa.
4.Umpu Pernong.

Umpu berasal dari kata Ampu seperti yang tertulis pada batu tulis di Pagaruyung yang bertarikh 1358 A.D. Ampu Tuan adalah sebutan Bagi anak Raja Raja Pagaruyung Minangkabau. Setibanya di Skala Brak keempat Umpu bertemu dengan seorang Muli yang ikut menyertai para Umpu dia adalah Si Bulan. Di Sekala Brak keempat Umpu tersebut mendirikan suatu perserikatan yang dinamai Paksi Pak yang berarti Empat Serangkai atau Empat Sepakat.

Setelah perserikatan ini cukup kuat maka suku bangsa Tumi dapat ditaklukkan dan sejak itu berkembanglah agama Islam di Sekala Brak. Sedangkan penduduk yang belum memeluk agama Islam melarikan diri ke Pesisir Krui dan terus menyeberang ke pulau Jawa dan sebagian lagi ke daerah Palembang.

Dataran Sekala Brak yang telah dikuasai oleh keempat Umpu yang disertai Si Bulan, maka Sekala Brak kemudian diperintah oleh keempat Umpu dengan menggunakan nama PAKSI PAK SEKALA BRAK. Inilah cikal bakal Kerajaan Sekala Brak yang merupakan puyang bangsa Lampung. Kerajaan Sekala Brak mereka bagi menjadi empat Marga atau Kebuayan yaitu:

1.
Umpu Bejalan Di Way memerintah daerah Kembahang dan Balik Bukit dengan Ibu Negeri Puncak, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Bejalan Di Way.
2.
Umpu Belunguh memerintah daerah Belalau dengan Ibu Negerinya Kenali, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Belunguh.
3.
Umpu Nyerupa memerintah daerah Sukau dengan Ibu Negeri Tapak Siring, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Nyerupa
4.
Umpu Pernong memerintah daerah Batu Brak dengan Ibu Negeri Hanibung, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Pernong.

Sedangkan Si Bulan mendapatkan daerah Cenggiring namun kemudian Si Bulan berangkat dari Sekala Brak menuju kearah matahari hidup. Dan daerah pembagiannya digabungkan ke daerah Paksi Buay Pernong karena letaknya yang berdekatan.

Suku bangsa Tumi yang lari kedaerah Pesisir Krui menempati marga marga Punggawa Lima yaitu Marga Pidada, Marga Bandar, Marga Laai dan Marga Way Sindi namun kemudian dapat ditaklukkan oleh Lemia Ralang Pantang yang datang dari daerah Danau Ranau dengan bantuan lima orang punggawa dari Paksi Pak Sekala Brak. Dari kelima orang punggawa inilah nama daerah ini disebut dengan Punggawa Lima karena kelima punggawa ini hidup menetap pada daerah yang telah ditaklukkannya.

Agar syiar agama Islam tidak mendapatkan hambatan maka pohon Belasa Kepampang itu akhirnya ditebang untuk kemudian dibuat PEPADUN. Pepadun adalah singgasana yang hanya dapat digunakan atau diduduki pada saat penobatan SAIBATIN Raja Raja dari Paksi Pak Sekala Brak serta keturunan keturunannya. Dengan ditebangnya pohon Belasa Kepampang ini merupakan pertanda jatuhnya kekuasaan suku bangsa Tumi sekaligus hilangnya faham animisme di kerajaan Sekala Brak. Sekitar awal abad ke 9 Masehi para Saibatin Raja Raja di Sekala Brak menciptakan aksara dan angka tersendiri sebagai Aksara Lampung yang dikenal dengan Had Lampung.

Ada dua makna didalam mengartikan kata Pepadun, yaitu:

1.
Dimaknakan sebagai PAPADUN yang maksudnya untuk memadukan pengesahan atau pengakuan untuk mentahbiskan bahwa yang duduk diatasnya adalah Raja.
2.
Dimaknakan sebagai PAADUAN yang berarti tempat mengadukan suatu hal ihwal. Maka jelaslah bahwa mereka yang duduk diatasnya adalah tempat orang mengadukan suatu hal atau yang berhak memberikan keputusan.

Ini jelas bahwa fungsi Pepadun hanya diperuntukkan bagi Raja Raja yang memerintah di Sekala Brak. Atas mufakat dari keempat Paksi maka Pepadun tersebut dipercayakan kepada seseorang yang bernama Benyata untuk menyimpan, serta ditunjuk sebagai bendahara Pekon Luas, Paksi Buay Belunguh dan kepadanya diberikan gelar Raja secara turun temurun.

Manakala salah seorang dari keempat Umpu dan keturunannya memerlukan Pepadun tersebut untuk menobatkan salah satu keturunannya maka Pepadun itu dapat diambil atau dipinjam yang setelah digunakan harus dikembalikan. Adanya bendahara yang dipercayakan kepada Benyata semata mata untuk menghindari perebutan atau perselisihan diantara keturunan keturunan Paksi Pak Sekala Brak dikemudian hari.

Pada Tahun 1939 terjadi perselisihan diantara keturunan Benyata memperebutkan keturunan yang tertua atau yang berhak menyimpan Pepadun. Maka atas keputusan kerapatan adat dengan persetujuan Paksi Pak Sekala Brak dan Keresidenan, Pepadun tersebut disimpan dirumah keturunan yang lurus dari Umpu Belunguh hingga sekarang.

Teluk Betung

Sejarah

Lampung adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatra, Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Bengkulu dan Sumatra Selatan.

Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten.

Putra mahkota Banten, Sultan Haji, menyerahkan beberapa wilayah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa kepada Belanda. Di dalamnya termasuk Lampung sebagai hadiah bagi Belanda karena membantu melawan Sultan Ageng Tirtayasa.

Permintaan itu termuat dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. Surat bertanggal 12 Maret 1682 itu isinya, Saya minta tolong, nanti daerah Tirtayasa dan negeri-negeri yang menghasilkan lada seperti Lampung dan tanah-tanah lainnya sebagaimana diinginkan Mayor/ Kapten Moor, akan segera serahkan kepada kompeni.

Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung.

Akan tetapi, upaya menguasai pasar lada hitam Lampung kurang memperoleh sambutan baik. Pada 21 November 1682 VOC kembali ke pulau Jawa hanya membawa 744.188 ton lada hitam seharga 62.292,312 gulden.

Dari angka itu dapat disimpulkan bahwa Lampung kala itu dikenal sebagai penghasil lada hitam utama. Lada hitam pula yang mengilhami berbagai negara Eropa ambil bagian dalam konstelasi politik Nusantara kala itu. Penguasaan sumber rempah-rempah dunia berarti menguasai perdagangan dunia-dan tentu saja wilayah.

Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan, ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar.

Letak dan kondisi alam


Provinsi Lampung memiliki luas 35.376,50 km² dan terletak di antara 105°45′-103°48′ BT dan 3°45′-6°45′ LS. Daerah ini di sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda dan di sebelah timur dengan Laut Jawa. Beberapa pulau termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung, yang sebagian besar terletak di Teluk Lampung, di antaranya: Pulau Darot, Pulau Legundi, Pulau Tegal, Pulau Sebuku, Pulau Ketagian, Pulau Sebesi, Pulau Poahawang, Pulau Krakatau, Pulau Putus, dan Pulau Tabuan. Ada juga Pulau Tampang dan Pulau Pisang di yang masuk ke wilayah Kabupaten Lampung Barat.

Keadaan alam Lampung, di sebelah barat dan selatan, di sepanjang pantai merupakan daerah yang berbukit-bukit sebagai sambungan dari jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera. Di tengah-tengah merupakan dataran rendah. Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di sepanjang tepi Laut Jawa terus ke utara, merupakan perairan yang luas.

Gunung

Gunung-gunung yang puncaknya cukup tinggi, antara lain:

  • Gunung Pesagi (2262 m) di Sekala Brak, Lampung Barat
  • Gunung Seminung (1.881 m) di Sukau, Lampung Barat
  • Gunung Tebak (2.115 m) di Sumberjaya, Lampung Barat
  • Gunung Rindingan (1.506 m) di Pulau Panggung, Tanggamus
  • Gunung Pesawaran (1.161 m) di Kedondong, Lampung Selatan
  • Gunung Betung (1.240 m) di Teluk Betung, Bandar Lampung
  • Gunung Rajabasa (1.261 m) di Kalianda, Lampung Selatan
  • Gunung Tanggamus (2.156 m) di Kotaagung, Tanggamus

Sungai

Sungai-sungai yang mengalir di daerah Lampung menurut panjang dan cathment area (c.a)-nya adalah:

  • Way Sekampung, panjang 265 km, c.a. 4.795,52 km2
  • Way Semaka, panjang 90 km, c.a. 985 km2
  • Way Seputih, panjang 190 km, c.a. 7.149,26 km2
  • Way Jepara, panjang 50 km, c.a. 1.285 km2
  • Way Tulangbawang, panjang 136 km, c.a. 1.285 km2
  • Way Mesuji, panjang 220 km, c.a. 2.053 km2

Way Sekampung mengalir di daerah kabupaten Tanggamus dan Lampung Selatan. Anak sungainya banyak, tetapi tidak ada yang panjangnya sampai 100 km. Hanya ada satu sungai yang panjangnya 51 km dengan c.a. 106,97 km2 ialah Way Ketibung di Kalianda.

Way Seputih mengalir di daerah kabupaten Lampung Tengah dengan anak-anak sungai yang panjangnya lebih dari 50 km adalah

Way Terusan, panjang 175 km, c.a. 1.500 km2
Way Pengubuan, panjang 165 km, c.a. 1.143,78 km2
Way Pegadungan, panjang 80 km, c.a. 975 km2
Way Raman, panjang 55 km, c.a. 200 km2

Way Tulangbawang mengalir di kabupaten Tulangbawang dengan anak-anak sungai yang lebih dari 50 km panjangnya, di antaranya:

Way Kanan, panjang 51 km, c.a. 1.197 km2
Way Rarem, panjang 53,50 km, c.a. 870 km2
Way Umpu, panjang 100 km, c.a. 1.179 km2
Way Tahmy, panjang 60 km, c.a. 550 km2
Way Besay, panjang 113 km, c.a. 879 km2
Way Giham, panjang 80 km, c.a. 506,25 km2

Way Mesuji yang mengalir di perbatasan provinsi Lampung dan Sumatera Selatan di sebelah utara mempunyai anak sungai bernama Sungai Buaya, sepanjang 70 km dengan c.a. 347,5 km2.

Hutan-hutan besar di dataran rendah dapat dikatakan sudah habis dimanfaatkan untuk keepentingan pembangunan pertanian, untuk para transmigran yang terus-menerus memasuki daerah ini. Kayu-kayu hasil hutan diekspor ke luar negeri. Hutan-hutan yang masih ada, yang tanahnya dapat dikatakan belum banyak dibuka sebagian besar terletak di sebelah barat, di daerah Bukit Barisan Selatan.

Beberapa kota di daerah provinsi Lampung yang tingginya 50 m lebih dari permukaan laut adalah: Tanjungkarang (96 m), Kedaton (100 m), Metro (53), Gisting (480 m), Negerisakti (100 m), Pringsewu (50 m), Pekalongan (50 m), Batanghari (65 m), Punggur (50 m), Padangratu (56 m), Wonosobo (50 m), Kedondong (80 m), Sidomulyo (75 m), Kasui (200 m), Sri Menanti (320 m), dan Kota Liwa (850 m).

Potensi daerah

Lampung fokus pada pengembangan lahan bagi perkebunan besar seperti kelapa sawit, kopi, jagung dan tebu. Dan di beberapa daerah pesisir, komoditas perikanan seperti tambak udang lebih menonjol, bahkan untuk tingkat nasional.

Pariwisata

Tahun 2009 Pemerintah Propinsi Lampung mencanangkan tahun kunjungan wisata. Jenis Wisata yang dapat dikunjungi diLampung adalah Wisata Budaya dibeberapa Kampung Tua diSukau,Liwa,Kembahang,Batu Brak,Kenali,Ranau dan Krui diLampung Barat dan Festival Sekura yang diadakan dalam seminggu setelah Idul Fitri diLampung Barat,Festival Krakatau di Bandar Lampung,Festival Teluk Stabas diLampung Barat,Festival Way Kambas di Lampung Timur.

Bahasa

Masyarakat Lampung yang plural menggunakan berbagai bahasa, antara lain bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa Minang, dan bahasa setempat yang disebut bahasa Lampung.
Perguruan Tinggi

  • Universitas Lampung
  • IAIN Raden Intan
  • Politeknik Negeri Lampung
  • Sekolah Tinggi Pertanian Surya Dharma Lampung
  • Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Lampung
  • Universitas Bandar Lampung
  • Universitas Muhammadiyah Lampung
  • Universitas Darmajaya
  • Universitas Malahayati
  • Universitas Tulang Bawang
  • Perguruan Tinggi Teknokrat
  • STKIP PGRI Bandar Lampung
  • DCC Lampung
  • Universitas Megou Pak Tulang Bawang
Pemerintahan Kabupaten dan Kota
No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Lampung Barat Kota Liwa
2 Kabupaten Lampung Selatan Kalianda (kota)
3 Kabupaten Lampung Tengah Gunung Sugih
4 Kabupaten Lampung Timur Sukadana
5 Kabupaten Lampung Utara Kotabumi
6 Kabupaten Mesuji -
7 Kabupaten Pesawaran Gedong Tataan
8 Kabupaten Pringsewu -
9 Kabupaten Tanggamus Kota Agung
10 Kabupaten Tulang Bawang Menggala
11 Kabupaten Tulang Bawang Barat Tulang Bawang Tengah
12 Kabupaten Way Kanan Blambangan Umpu
13 Kota Bandar Lampung -
14 Kota Metro -

Perekonomian
Industri


Sebagai gerbang Sumatera, di Lampung sangat potensial berkembang berbagai jenis industri. Mulai dari industri kecil (kerajinan) hingga industri besar, terutama di bidang agrobisnis. Industri penambakan udang termasuk salah satu tambak yang terbesar didunia setelah adanya penggabungan usaha antara Bratasena, Dipasena dan Wachyuni Mandira. Terdapat juga pabrik gula dengan produksi pertahun mencapai 600.000 ton oleh 2 pabrik yaitu Gunung Madu Plantation dan Sugar group. di tahun 2007 kembali diresmikan pembangunan 1 pabrik gula lagi dibawah PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) yang diproyeksikan akan mulai produksi pada tahun 2008. Industri agribisnis lainnya : Ketela (ubi), Kelapa Sawit, coklat, kokoa, Nata de coco dll

Tapis Lampung

Kain Tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistim sulam (Lampung; “Cucuk”). Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak. Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengerajin. Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral. Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Seni dan budaya
Sastra

Lampung menjadi lahan yang subur bagi pertumbuhan sastra, baik sastra (berbahasa) Indonesia maupun sastra (berbahasa) Lampung.

Teater

Perkembangan teater di Lampung banyak dilatarbelakangi dari keinginan para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok seni untuk mendalami seni peran dan pertunjukkan. Beberapa kelompok teater kampus dan pelajar yang masih tercatat aktif sampai saat ini adalah teater Kurusetra (UKMBS Unila), KSS (FKIP Unila), Green Teater (Umitra), Teater Biru (Darmajaya), Teater Kapuk (STAIN Metro), Teater Sudirman 41 (SMUN 1 Bdl), Teater Gemma (SMUN 2 Bdl), Teater Palapa (SMUN 3 Bdl), Teater Madani(SMUN 5 Bdl), Teater Handayani (SMUN 7 Bdl),Kolastra (SMUN 9 Bdl), Teater sebelas (SMUN 11 Bdl), Teater Pelopor (SMU Perintis 1 Bdl), Insyaallah Teater (SMU Perintis 2 Bdl), Teater Cupido (SMUN 1 Sumberjaya).

Sedangkan beberapa teater yang digerakkan seniman-seniman Lampung yaitu Teater Satu, Komunitas Berkat Yakin (Kober), Teater Kuman, Teater Sendiri. Penggerak teater di Lampung yang masih eksis mengembangkan seni pertunjukkan teater melalui karya-karyanya antara lain Iswadi Pratama, Ari Pahala Hutabarat, Robi akbar, M. Yunus, Edi Samudra Kertagama, Ahmad Jusmar, Imas Sobariah, Ahmad Zilalin, Darmawan. Lampung tidak hanya dikenal banyak melahirkan sastrawan-sastrawan baru namun aktor-aktor potensial pun juga tidak sedikit yang muncul seperti, Rendie Dadang Yusliadi, Robi Akbar, Eyie, Iin Mutmainah, M Yunus, Dedi Nio, Liza Mutiara Afriani, Iskandar GB, Ruth Marini.

Dalam tiap tahunnya even-even teater seperti pertunjukkan, lomba, workshop dan diskusi kerap digelar di Provinsi ini serta tempat tempat yang sering digunakan adalah Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Auditorium RRI, GSG UNILA, Academic Centre STAIN Metro, Gedung PKM Unila, Aula FKIP Unila, Pasar Seni Enggal.

Adapun even tahunan teater yang terbesar di Lampung adalah Liga Teater SLTA se-Provinsi Lampung sebagai ajang apresiasi para aktor Pelajar LAmpung yang kualitasnya tidak kalah dengan pelajar di luar Lampung.

Musik

Sebagaimana sebuah daerah, Lampung memiliki beraneka ragam jenis musik, mulai dari jenis tradisional hingga modern (musik modern yang mengadopsi kebudayaan musik global.red). Adapun jenis musik yang masih bertahan hingga sekarang adalah: Klasik Lampung, jenis musik ini biasanya diiringi oleh alat musik gambus dan gitar akustik. Mungkin jenis musik ini merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya asli itu sendiri. Beberapa kegiatan festival diadakan dengan tujuan untuk mengembangkan budaya musik tradisional tanpa harus khawatir akan kehilangan jati diri. Festival Krakatau contohnya, adalah sebuah Festival yang diadakan oleh Pemda Lampung yang bertujuan untuk mengenalkan Lampung kepada dunia luar dan sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata.

Tari


Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah. Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung. 



Arti Lambang Daerah Lampung

Klik show untuk melihat


PERISAI
1. Dasar Lambang bersudut lima. Kesanggupan mempertahankan cita-cita dan membina pembangunan rumah tangga yang didiami oleh dua unsur golongan masyarakat untuk mencapai masyarkat makmur dan adil berdasarkan Pancasila.
2. Warna Dasar Perisai
a. Hijau : Menunjukkan daerah dataran tinggi yang subur untuk tanaman musim
b. Coklat : Menunjukkan daerah dataran rendah yang subur untuk sawah dan lading
c. Biru : Menunjukkan kekayaan sungai dan lautan yang merupakan sumber perikanan dan kehidupan para nelayan
3. Warna Tepi Perisai
Kuning emas : Tanda kebesaran cita masyarakat Lampung untuk membangun daerah dan negaranya.
2. PITA SANG BUMI RUWA JURAI

1. Bentuk Pita
a. Dilihat dari bawah merupakan pintu gerbang masuk ke daerah Lampung yang subur serta makmur.
b. Dilihat dari atas merupakan wadah pebangunan yang berintikan pertanian lada dan padi oleh masyarakat yang kaya budaya.
2. Warna Putih
a. Putih jernih melambangkan kesucian dan keikhlasan hati masyarakat.
b. Pita putih berarti pula suatu hamparan kain putih yang biasa dipakai masyarakat adat untuk menyambut para tamu terhormat.
3. Arti Tulisan
a. Sang Bumi : Rumah tangga agung yang luas berbilik-bilik
b. Ruwa Jurai : Dua unsur golongan masyarakat yang berdiam di wilayah Propinsi Lampung.
4. Arti Ruwa Jurai
a. Linguistik Cultruil : terdiri dari dua unsur keturunan asal yang tergolong dalam:
1) Masyarakat Lampung yang berbahasa “O”
2) Masyarakat Lampung yang berbahasa “A”
b. Sosiologis : terdiri dari dua unsur golongan masyarakat yang terdapat sekarang
1) Masyarakat Lampung Asli
2) Masyarakat Lampung Migrasi
3. AKSARA LAMPUNG
1. Bunyi Aksara : Lampung
2. Asal Kata :
a. Legende : berasal dari nama Poyang si LAMPUNG keturunan Dewa SENEMBAHAN DAN NEIDODARI SINUHUN yang dikatakan saudara, SI JAWA ratu Mojopahit dan SI PASUNDAYANG Ratu Pejajaran dari SI LAMPUNG adalah Ratu DIBALAU.
b. Berasal dari kata TOLANG P’OH WANG (Tulang Bawang), nama negara yang pernah ada di daerah ini semasa Dinasti Han. Kata-kata itu merupakan rangkaian kata To (orang), Lang P’ohwang (Lampung).
4. DAUN DAN BUAH LADA

a. Daun Lada : 17 buah, dan buah lada 8.
b. Lada merupakan produksi utama penduduk asli sejak dahulu, sehingga Lampung dikenal bangsa-bangsa Asia abad ke-7 dan bangsa-bangsa barat pada abad ke-15.
c. Biji Lada : 64 menunjukkan bahwa terbentuknya Dati I Lampung 1964.
5. SETANGKAI PADI

a. Buah padi 45
b. Padi merupakan produksi utama penduduk sejak permulaan abad ke-20 (1905), sehingga karena kedua hasil produksi laba dan padi tersebut, maka terjadilah kehidupan bersama saling mengisi antara kedua unsur golongan masyarakat sampai terwujud Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga sekarang.
6. LADUK
1. Golongan rakyat serba guna
2. Dapat dipergunakan untuk pertanian, alat rumah tangga dan dapat pula dipergunakan untuk membela diri.
7. PAYAN
1. Tumbak pusaka tradisional
2. Merupakan lambing budaya ksatria dan bila perlu dipakai untuk mempertahankan kehormatan keluarga serta negara dari ancaman musuh.
GUNG
1. Warna gung kuning tua (kuningan)
2. Arti gung : Perlambang keagungan seni budaya asli.
3. Fungsi gung:
a. Sebagai alat inti seni budaya (tabuhan)
b. Sebagai tanda pemberitahuan karya besar dimulai
c. Sebagai alat penghimpun masyarakat untuk bermusyawarah
4. Lingkaran Gung:
a. Lingkaran besar berarti himpunan masyarakat ruwa jurai serta asal usulnya.
b. Lingkaran kecil berarti pemimpin (pemerintah) yang mengeratkan hubungan kerjasama antara yang dipimpin dan yang memimpin.
8. SIGER
1. Warna Siger : Kuning emas
2. Arti Siger : Mahkota perlambang adat budaya dan dan tingkat kehidupan terhormat.
3. Kandungan Bentuk :
a. Banyaknya gerigi lancip berlekuk 9, sebagai lambing Sembilan sungai yang mengalir di Daerah Lampung, yaitu:
1) Way Semangka
2) Way Sekampung
3) Way Seputih
4) Way Pangubuan
5) Way Abung Sarem
6) Way Sungkai
7) Way Kanan (Umpu Besai)
8) Way Tulang Bawang
9) Way Mesuji
b. Di dalam bidang siger terdapat Bunga Melur (melati 4 buah, tiap bunga mempunyai 4 daun bunga yang berkelopak 5).
4. Dengan pengertian sebagai berikut:
a. Kuntum Bunga : yaitu 4 paksi asal Sekala Berak yang terdiri dari kekuasaan paksi:
1) Umpu Perenong
2) Umpu Belenguh
3) Umpu Bejalan di way
4) Umpu Nyerupa
5. Kelompok Daun Bunga:
Setelah berkembang dan tersebarnya masyarakat di seluruh Daerah Lampung, maka terbinalah 5 Daerah Keratuan yang masing-masing dipimpin oleh:
a. Ratu Dipuncak
b. Ratu Pemanggilan
c. Ratu Dipunggung
d. Ratu Dibalau
e. Ratu Darah Putih
6. Daun Bunga Skala yang terdapat pada puncak lengkungan siger atas dimana ujungnya mengenai tiang paying. Bunga Skala itu menjulang dari 4 daun kembangnya (dari bawah) yang mengandung pengertian sebagai berikut:
Menjulang dari 4 daun bunga:
Semua jurai yang berasal dari Sekala Berak yang dilambangkan oleh paksi pak mempunyai filsafat hidup Piil Pesenggiri. Bunga Sekala berdaun lima bahwa filsafat Piil Pesenggiri itu bertemali 5 alam pikiran sebagai berikut:
a. Piil Pesenggiri
Piil artinya berjiwa besar
Pesenggiri artinya menghargai diri
b. Juluk Adek
Juluk artinya gelar sebelum kawin
Adek artinya gelar setelah kawin
c. Nemui Nyimah
Nemui artinya terbuka hati menerima tamu
Nyimah artinya member dengan ikhlas
d. Nengah Nyappur
Nengah artinya suka berkenalan
Nyappur artinya pandai bergaul
e. Sakai Sambaian
Sakai artinya suka tolong menolong
Sambaian artinya bergotong royong
9. PAYUNG
1. Warna Payung : Kuning muda
2. Bagian Payung :
a. Jari payung 17
b. Bagian tepi 8
c. Garis batas ruas 19
d. Rumbai payung 45
3. Arti Payung
a. Sebagai payung agung yang melambangkan Negara Republik Indonesia, proklamasinya tanggal 17 Agustus 1945
b. Sebagai payung jurai yang melambangkan Provinsi Lampung tempat semua berlindung
4. Tiang dan Puncak Payung
a. Tiang Payung : Eka menjulang satu cita
b. Bilatan Puncak : Esa terbilang satu kuasa
Pengertian : Satu cita membangun Bangsa dan Negara RI dengan ridho Tuhan yang Maha Esa.
KESIMPULAN ARTI LAMBANG
Lampung Sang Bumi Ruwa Jurai, rumah tangga dua unsur serba buai, hidup mendiami dataran, pegunungan, dan lautan, penghasil lada dan padi sebagai sumber penghidupan.
Rakyat bersatu bekerja sama membangun, dengan alat senjata ia bertahan guna mewujudkan mahkota kejayaan Pancasila, di bawah naungan Negara Republik Indonesia.


PANTAI YANG  LAMPUNG
  Pantai Mutun


Pantai Mutun terletak di daerahLempasing, tak begitu jauh dari pusat kota Bandar Lampung. Hanya berkendara sekitar 30 menit. Letak pantai ini sendiri berada di sebelah kiri dari jalan utama, sebuah papan penunjuk objek wisata bertuliskan "Pantai Mutun 1km" . Untuk masuk kawasan ini, setiap pengunjung dikenakan biaya sekitar Rp5.000/mobil. Nah disana ada gubuk2 yang dapat disewa. Selain bisa berenang, Bisa juga bermain bananaboat @25ribu.

  Pulau tangkil

Nah ini letaknya ada di seberang pantai mutun, tinggal menyebrang menggunakan perahu motor sewa (Rp. 5000/orang) hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Di pulau Tangkil ini lebih sepi dan lebih indah pantainya karena pantainya lebih bersih dari pantai mutun. Di pantai ini juga bisa main kano atau snorkling.

  Pantai Klara (Kelapa rapet)

Pantai klara juga gak kalah asiknya selain postingan saya sebelumnya, tidak jauh dari pantai mutun.. perjalanan ditambah sekitar 40 menit untuk tiba di lokasi pantai klara. Pantai ini menjanjikan view pohon kelapa dengan pantai tidak kalah indah. Bisa menyewa cotage2 kecil untuk duduk bersantai melihat pemandangan pantai dan pegunungan. Biaya untuk /motor Rp.10.000, /mobil Rp.25.000.

  Pulau Kelagian

Jika anda sudah bosan menghabiskan waktu di pantai klara.. masih ada pantai yang lain. Pantai yang jauh lebih menarik dibandingkan pantai klara. Air nya masih bersih sekali. Pantai ini terletak diseberang pantai klara. Cukup menyebrang dengan menyewa kapal @80.000 - 95.000/kapal. jadi jika ingin berangkat kesana sebaiknya rombongan baru kapal berangkat ke lokasi. tapi bisa juga per orang/10.000, tapi menunggu rombongan yang mau kesana.


PANTAI DI LAMPUNG BARAT.
Kalo ke Lampung barat, ada pantai tanjung setia "the hidden paradise" sebagai tempat berselancar dan banyak bulenya juga.
Jarak tempuh ke lokasi: 49km dari Liwa.
Aktivitas diasana: Selancar, perahu, berlayar, memancing, bersepeda, outbond, fotografi dan klo hari2 tertentu ada kesenian daerahnya juga.
Untuk cottage harga kisaran 175.000-350.000/orang
Homestay: 60rb/orang + sarapan pagi.


Nah itu dulu rekomendasi kalo mau wisata pantai di Lampung.
Mau yang mana ? :D

Pariwisata di Lampung 

menara siger sebagai ikon kebanggaan masyarakat lampung memang tidak bias di angap enteng, hal ini di sebabkan hingga saat ini provinsi yang menjadi pintu gerbang pulau sumatra dan jawa ini baru memiliki ikon kebanggaan yang berskala nasional.

Sebagai masyarakat lampung, tentu saja keberadaan menara siger menjadi sangat layak dan mutlak di banggakan, menara siger sangat berpotensi menjadi asset wisata kelas satu di wilayah lampung untuk menuju visit wilayah lampung kedepan, kebudayaan lampung dan agar di kenal oleh tamu tamu dari manca negara.

Gubernur lampung sjachroedin.zp pada peresmian menara siger yang di tandai penekanan sirine dan penanda tanganan prasasti dan kemudian di ikuti pelepasan merpati yang di saksikan oleh duta besar ( dubes).

Ny.sjahroedin menggunting rangkaian melati di pintu masuk menara siger sebagai tanda di buka untuk umum.

Pada peresmian itu gubernur lampung mengundang 32 duta besar negara sahabat di antaranya negara kroasia,srilangka,jepang,palestina,afganistan,sing apura,dan negara filipina. Dalam pembukaan itustan yang mengisi seluruh kabupaten kota se provinsi lampung.

Gubernur lampung meyakini menara siger akan mendongkrak pendapatan asli daerah ( pad ), menurut gubernur lampung menara siger berlokasi persis di ujung pulau sumatra yang biasa disebut mulut naga, sehinga kedepan menara siger dapat menarik wisatawan dari manca negara, wisatawan domestic dapat tertarik untuk dating ke provinsi lampung


Menara siger Di Lampung Selatan
 Kalo Agan Ke Pulau sumatra dengan Kapal , Pasti ngeliat ini menara,, ^^

Pulau sebesi
pulau sebesi terletak di desa tejang kec. Rajabasa lampung selatan. Dapat ditempuh menggunakan kapal motor reguler dari pelabuhan canti 1,5 jam. Luas pulau sebesi 1600 ha, merupakan pulau terdekat dengan anak gunung krakatau. Dari pulau ini wisatawan dapat menuju anak gunung krakatau dengan kapal moto...r. Fasilitas yang ada di pulau sebesi adalah pesanggrahan atau cottage, sarana olah raga laut seperti fishing, diving, snorkling. Di pulau sebesi kita dapat melakukan berburu babi dan motorcross.



Paling asik di pantai ini gan, mancing, nyelem disini tempatnya.


Sumber : Kaskus, Wikipeia,Devianart,Google

Masih banyak lagisih yang gua mau share tentang indahnya Provinsi Lampung :)

Good Bye 2011 .. ^^
Iam Coming 2012 :)

bye-byee


6 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di bawah sini . Bentuk Promosi akan di SPAM Terima Kasih